Selasa, 29 Mei 2012

RPP Bahasa Indonesia


RPP
(Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)

Satuan Pendidikan    : SMP Negeri…
Mata Pelajaran          : Bahasa Indonesia
Kelas                           : VII
Semester                     : 2
Alokasi Waktu           : 2X40 menit

A.       STANDAR KOMPETENSI:
Membaca:
3. Memahami ragam teks nonsastra dengan berbagai cara membaca)
B.    KOMPETENSI DASAR:
3.2  Menyim­pul­kan isi baca­an setelah membaca ce­pat 200 kata per menit
C.        INDIKATOR:
1. Kognitif
a. Produk
·            Menjelaskan Pengertian dari Membaca Cepat
b. Proses
·            Membaca teks bacaan 200 kata per menit dengan memngunakan teknik membaca


2. Psikomotor
·                     Menentukan pokok-pokok bacaan
·                     Menyimpulkan isi bacaan

a.                  Karakter.
ü    Dapat dipercaya
ü    Rasa hormat dan perhatian
ü    Tekun
ü    Tanggung Jawab
ü    Berani

b.                  Keterampilan sosial
ü    Bertanya dan memberi tanggapan dengan bahasa yang baik dan benar
ü    Menyumbang ide
ü    Menjadi pembaca dan pendengar yang apresiatif
ü    Membantu teman yang mengalami kesulitan

D. TUJUAN PEMBELAJARAN
·         Kognitif
a.      Produk
1.      Siswa dapat Membaca cepat teks dengan kecepatan 200 kata per menit.
2.      Siswa dapat  Menulis kembali isi bacaan secara singkat dalam beberapa kalimat.

b.      Proses
Siswa diberikan lembar kerja yang berisi teks bacaan. Selanjutnya, siswa diharapkan dapat.
1.      Membaca cepat teks dengan kecepatan 200 kata per menit.
2.      Mampu menyimpulkan isi bacaan dengan cara perangkai pokok-pokok bacaan.

·         Psikomotor
ü  Memberi tanggapan dengan alasan yang logis mengenai gagasan utama suatu paragraf dalam teks bacaan yang telah disiapkan
ü  Membaca hasil ringkasan yang di sediakan dalam LKS 2: psikomotor


·         Afektif
a.      karakter
            Siswa terlibat aktif dalam pembelajaran dengan memperlihatkan kemajuan dalam berperilaku seperti dapat dipercaya, rasa hormat dan perhatian, tekun, bertanggung jawab dan berani.

b.      Keterampilan sosial
            Siswa terlibat aktif dalam pembelajaran dengan memperlihatkan kemajuan dalam keterampilan membaca cepat 200 kata per menit dan menyimpulkan isi bacaan dengan cara merangkai pokok-pokok bacaan.
E. MATERI PEMBELAJARAN
·         Penyimpulan isi bacaan
·         Teks bacaan

F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN
·         model pembelajaran    : demonstrasi
·         metode pembelajaran : pemodelan, Tanya jawab, penugasan
G. MEDIA/ALAT/BAHAN
1. teks bacaan
2. pekerjaan siswa

H. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
No
Kegiatan
A.
Kegiatan Awal

1.      Memotivasi Siswa.
2.      Apersepsi dengan menggali pengalaman siswa tentang gagasan utama dari teks yang pernah dipelajari.
3.      Menjelaskan kompetensi dan indikator yang akan dicapai
4.      Mengemukakan langkah-langkah pembelajaran yang akan dicapai.


B.
Kegiatan Inti

5.      Siswa duduk dalam kelompok-kelompok kecil/mandiri yang terdiri atas per orang/beberapa orang anggota.
6.      Siswa membaca teks bacaan yang disiapkan guru dalam LKS.
7.      Siswa menganalisi/berdiskusi dalam kelompok untuk membahas mengenai gagasan utama dalam teks bacaan.
8.      Siswa secara mandiri/berdiskusi dalam kelompok untuk menjelaskan gagasan utama.
9.      Secara bergiliran siswa mempersentasekan hasil kerja mandiri/kelompok di depan kelompok lain untuk ditanggapi dan didiskusikan
10.  Siswa berdiskusi untuk menyimpulkan gagasan utama teks bacaan.
11.  Siswa menyimpulkan gagasan utama teks bacaan berdasarkan pembacaan hasil kerja kelompok seraya membantu teman sejawat yang mengalami kesulitan.
12.  Siswa memberikan apresiasi terhadap hasil unjuk kerja teman kelompok lain

C.

Kegiatan Akhir

13.  Siswa membuat rumusan simpulan terhadap butir-butir pembelajaran yang sudah mereka ikuti.
14.  Guru memberi penguatan terhadap simpulan yang diberikan oleh siswa.
15.  Guru memberikan tindak lanjut yaitu berupa tugas menganalisi bahan bacaan lain.


I.    SUMBER BELAJAR

1.      Buku Teks Bacaan
2.      Buku Referensi



Bahan Ajar


Membaca untuk Menemukan Gagasan Utama

Setelah mengikuti pembelajaran berikut ini, diharapkan kamu dapat:
�� menemukan gagasan utama dalam teks
�� menyimpulkan isi wacana.

Setiap paragraf yang baik pasti memiliki satu gagasan utama. Gagasan utama biasanya terletak pada kalimat utama. Kalimat utama lazimnya terdapatpada awal paragraf. Namun demikian, tidak sedikit paragraf yang  kalimat utamanya terletak di akhir paragraf, di awal dan akhir paragraf, atau menyebar di seluruh paragraf. Gagasan utama itulah yang diuraikan dalam setiap paragraf dengan kalimat-kalimat penjelas. Perhatikan letak gagasan utama dalam paragraf berikut!

Berdiri di Atas Kaki Sendiri

Soekarno (Bung Karno), Presiden Pertama Republik Indonesia, 1945-1966, menganut ideologi pembangunan 'berdiri di atas kaki sendiri'. Proklamator yang lahir di Blitar, Jatim, 6 Juni 1901, ini dengan gagah mengejek Amerika Serikat dan negara kapitalis lainnya: "Go to hell with your aid." Persetan dengan bantuanmu. Ia mengajak negara-negara sedang berkembang (baru merdeka) untuk bersatu. Pemimpin Besar Revolusi ini juga berhasil menggelorakan semangat revolusi bagi bangsanya, serta menjaga keutuhan NKRI. Tokoh pencinta seni ini memiliki slogan yang kuat, menggantungkan cita-cita setinggi bintang untuk membawa rakyatnya menuju kehidupan sejahtera, adil makmur. Ideologi pembangunan yang dianut pria yang berasal dari keturunan bangsawan Jawa (Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo, suku Jawa dan ibunya bernama Ida Ayu Nyoman Rai, suku Bali), ini jika dilihat dari buku Pioneers in Development, kira-kira condong menganut ideologi pembangunan yang dilahirkan kaum ekonom yang tak mengenal kamus bahwa membangun suatu negeri harus mengemis kepada Barat. Tapi bagi mereka, haram hukumnya meminta-minta bantuan asing. Bersentuhan dengan negara Barat yang kaya, apalagi sampai meminta bantuan, justru mencelakakan si melarat (negara miskin). Bagi Bung Karno, yang ketika kecil bernama Kusno, ini tampaknya tak ada kisah manis bagi negara-negara miskin yang membangun dengan modal dan bantuan asing. Semua tetek bengek manajemen pembangunan yang diperbantukan dan arus teknologi modern yang dialihkan - agar si miskin jadi kaya dan mengejar Barat - hanyalah alat pengisap kekayaan si miskin yang membuatnya makin terbelakang. Itulah Bung Karno yang berhasil menggelorakan semangat revolusi dan mengajak bangsanya untuk berdiri di atas kaki sendiri walaupun belum sempat berhasil membawa rakyatnya dalam kehidupan yang sejahtera.
Konsep "berdiri di atas kaki sendiri" memang belum sampai ke tujuan, tetapi setidaknya berhasil memberikan kebanggaan pada eksistensi bangsa, daripada berdiri di atas utang luar negeri yang terbukti menghadirkan ketergantungan dan ketidakberdayaan (neokolonialisme). Masa kecil Bung Karno sudah diisi semangat kemandirian. Ia hanya beberapa tahun hidup bersama orang tua di Blitar. Semasa SD hingga tamat, ia tinggal di Surabaya, indekos di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Kemudian melanjut di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu ia pun telah menggembleng jiwa nasionalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, ia pindah ke Bandung dan melanjutkan ke THS (Technische Hooge-school atau Sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB). Ia berhasil meraih gelar "Ir" pada 25 Mei 1926. Kemudian, ia merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI (Partai Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan Indonesia Merdeka. Akibatnya, Belanda, si penjajah, menjebloskannya ke penjara Sukamiskin, Bandung, pada 29 Desember 1929. Delapan bulan kemudian kasusnya baru disidangkan. Dalam pembelaannya berjudul 'Indonesia Menggugat', dengan gagah berani ia menelanjangi kebobrokan Belanda, bangsa yang mengaku lebih maju itu. Pembelaannya itu membuat Belanda makin marah sehingga, pada Juli 1930, PNI pun dibubarkan. Setelah bebas (1931), Bung Karno bergabung dengan Partindo dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya, ia kembali ditangkap Belanda dan dibuang ke Ende, Flores, tahun 1933. Empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu. Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Sebelumnya, ia juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia berupaya mempersatukan nusantara. Bahkan ia berusaha menghimpun bangsabangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok.
Sumber: Tokoh Indonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)

Tugas:
Tentukan gagasan utama masing-masing paragraf!




LKS 1 = Kognitif Produk
1.      Jelaskan pengertian gagasan utama paragraf!


Skor :…….



Nama:                                                 Nim:                                        Tanggal:
LKS 2: Kognitif Produk
Berdasarkan hasil bacaan, buatlah kesimpulan dari isi bacaan di atas!
Wacana (BERDIRI DI ATAS KAKI SENDIRI)

Tugas
1.      Carilah teks bacaan yang terdiri dari beberapa paragraf
2.      Mintalah seorang temanmu mengajukan pertanyaan! Jawablah pertanyaan yang diajukan oleh temanmu tersebut.
3.      Apakah kamu mampu menjawab pertanyaan tersebut dengan ketepatan 75%. Berapa persenkah pemahamanmu?
4.      Tentukan gagasan utama masing-masing paragraf berdasarkan bacaan di atas!
No
Rincian tugas kinerja(RTK)
Memerlukan perbaikan(D)
Menunjukkan kemajuan(C)
Memuaskan(B)
Sangat baik(A)
1
Dapat dipercaya




2
Rasa hormat dan perhatian




3
Tekun




4
Tanggungjawab










LKS 3 = Afektif: Perilaku berkarakter


PETUNJUK:

Berikan penilaian atas setiap perilaku berkarakter siswa menggunakan skala berikut:

A = Sangat Baik                                                         B =  Memuaskan

C = Menunjukkan                                                       D = Memerlukan perbaikan


FORMAT PENGAMATAN PERILAKU BERKARAKTER



                                                                                                                                                
Hari, Tanggal:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts